Posts

Sungguh tidak berperikehewanan ibu hamil di perkosa rame-rame

Image
Sungguh tidak berperikehewanan ibu hamil di perkosa rame-rame- Peristiwa itu terjadi daerah Kandi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat tepatnya di Kebun Binatang. Sari (15) nama orangutan yang tengah hamil tiga bulan, tewas usai diperkosa dua pejantan  . Informasi yang diperoleh, Sari diperkosa oleh dua pejantan bernama Rambo dan Botak yang saat itu sedang mengalami libido tinggi. Ketika ditemukan, kondisi Sari yang merupakan koleksi orangutan di kebun binatang tersebut cukup mengenaskan. Tangan kiri dan selangka kanannya patah. Dokter yang menanganinya secara cepat tidak bisa menyelamatkan, dan Sari meninggal pada Sabtu 16 Mei pukul 24.00 WIB. “Kejadian itu pada 13 Mei 2015. Dua orangutan jantan sedang mengalami libido seks alami, dan memperebutkan orangutan betina ini. Akibatnya, korban betina ini mati,” kata Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Margo Utomo, di Jalan Khatib Sulaiman, Padang, Senin (18/5/2015). Margo menambahkan, Sari sempat mengalami k...

Tidak ada berani menurunkan Jokowi

Image
Tidak ada  berani menurunkan Jokowi, Sudah sejak awal bulan Mei santer diberitakan akan ada demo besar-besaran. Di samping untuk memperingati 17 tahun Reformasi., tersiar juga kabar bahwa aksi nanti juga akan menggulingkan pemerintahan yang dipimpin oleh  Presiden Joko Widodo. Akankah hal itu akan benar-benar terlaksana.?  Banyak pengamat yang tidak yakin akan hal itu, bahkan menurut Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens saat ini tidak ada yang berani melawan Jokowi . Mengapa tidak ada yang berani melawan jokowi ? Apakah jokowi terlau kuat ,kejam dan otoriter ..? Ternyata tidak, tidak ada yang berani melawan Jokowi menurut Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens karena  tokoh-tokoh yang galak-galak sudah menjadi relawan Jokowi. Dan untuk menurunkan jokowi perlu alasan yang kuat, padahal saat ini tidak ada alasan kuat untuk menjatuhkan rezim Jokowi. Sebab, kata dia, enam bulan pertama pemerintahan Jokowi adalah fas...

Siapa yang Berani Melawan Jokowi?

Image
Siapa yang Berani Melawan Jokowi? - Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai aksi mahasiswa yang akan digelar 20 Mei 2015 hanyalah gerakan romantis. Artinya, gerakan tersebut hanyalah bentuk ungkapan cinta rakyat terhadap Presiden Joko Widodo "Saya kira tidak ada yang istimewa di tanggal 20 dan 21 Mei. Gerakan ini akan menjadi gerakan romantis saja," kata Boni, di Jakarta, Selasa (19/5/2015). Lebih lanjut, Boni memastikan tidak ada alasan kuat untuk menjatuhkan rezim Jokowi. Sebab, kata dia, enam bulan pertama pemerintahan Jokowi adalah fase untuk perwujudan nawacita. "Secara keseluruhan saya melihat pemerintahan Jokowi baik-baik saja dan tidak pantas dikritik terlalu serius. Karena itu, besok cuma gerakan refleksi 17 tahun reformasi," ungkapnya. Boni meyakini, Presiden Jokowi tidak akan bisa dijatuhkan dari kursi presiden. "Tidak ada dasar untuk marah kepada Jokowi. Bahkan sampai selesainya pun saya jamin tidak akan bisa mengk...

Rektor IIQ: Sangat Boleh, Baca al-Quran Langgam Indonesia

Image
“Ini adalah perpaduan yang baik antara Kalamullah dari langit yang menyatu dengan bumi yakni budaya manusia. Itu sah diperbolehkan,” kata Ahsin Sakho, Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) periode 2014, yang juga pimpinan Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon, kepada ROL, Ahad (17/5/2015). Hanya saja, Ahsin yang doktor ilmu al-Qur’an lulusan universitas di Saudi Arabia ini melanjutkan, bacaan pada langgam budaya harus tetap mengacu seperti yang diajarkan Rasul dan para sahabatnya. Dalam hal ini, tajwid dalam hukum bacaannya. “Panjang pendeknya, mahrajnya,” kata dia. Ahsin menjelaskan, cara membaca al-Quran yang mengacu pada langgam budaya Indonesia sangat diperbolehkan dan tidak ada dalil shahih yang melarang hal demikian. Hanya saja, dia melanjutkan, dirinya belum pernah mendengar Jawabul Jawab di dalam langgam Cina, atau pun di Indonesia. “Tetapi jika hanya sekedar langgam Jawa, Sumatera, Sunda, Melayu, dan lainnya, itu sah saja selama memperhatikan hukum ba...

Langgam Jawa Bacaan Al-Quran di Istana Negara & Upaya Deislamisasi

Image
Deislamisasi itu sungguh terang, seterang mentari pagi ini. Maka, silakan siapa saja menyangkal. Karena warna daun pisang akan tetap hijau walau semua pendukung Jokowi menyebutnya merah. Nama dan istilah-istilah Arab tak dikehendaki. Konon karena tidak mengindonesia dan tidak mudah dipahami. Berbagai situs Islam sempat diblokir. Konon karena menyebarkan radikalisme. Kini, pada acara PHBI resmi negara melantunkan bacaan Al Qur`an dengan langgam yang tidak dikenal sebelumnya. Pada acara perayaan Isra Mi'raj di Istana Negara (Jumat, 15/5/2015), bacaan Al-Quran yang dibawakan dengan langgam jawa. Baiklah, bahwa model keislaman Indonesia itu memang mempunyai kekhasan yang berbeda dengan asal Islam itu sendiri, Tanah Arab. Tapi, bukan berarti kita juga harus secara radikal melakukan rekonstruksi terhadap agama ini. Bahwa kita tidak harus memakai jubah dan abaya sebagaimana muslimin dan muslimat di Arab, silakan! Bahwa kita tidak wajib belajar bahasa Arab, karena ba...

Kontroversi Lantunan ayat suci Alquran dengan langgam Jawa

Image
Lantunan pembacaan ayat suci Al Quran oleh qori Muhammad Yasser Arafat saat peringatan Isra Miraj di Istana Negara pada Jumat (15/5), videonya sempat menimbulkan pro dan kontra . Lantunan ayat suci Alquran yang dibacakan qori Muhammad Yasser Arafat yang juga dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan langgam Jawa, rupanya menjadi kontroversi. Seperti yang diketahui jika acara yang dihadiri Presiden Jokowi, para menteri Kabinet Kerja, pejabat negara dan tamu undangan negara sahabat itu berlangsung seperti lazimnya peringatan Isra Miraj setiap tahun yang digelar di Istana. Namun ada yang tidak biasa saat qori Yasser Arafat melantunkan ayat suci Alquran. Dengan langgam Jawa dia membacakan Surah An Najm ayat 1-15. Video bacaan Alquran itu menjadi perbincangan di kalangan pengguna media sosial hingga perdebatan keras. Bahkan sampai ada yang menyatakan, sang qori telah menyalahi aturan dengan menggunakan langgam Jawa. Bagi yang menolak, mereka merujuk pada hadits Nabi...

Petral, sarang mafia migas dilindungi SBY disikat Jokowi

Image
PT Pertamina Energy Trading Ltd atau Petral akhirnya resmi dibubarkan setelah hampir satu dekade beragam cara dilakukan untuk membubarkan anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut. Pemerintahan Jokowi-JK melalui Menteri ESDM Sudirman Said dan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto memutuskan melikuidasi perusahaan yang disebut-sebut sarang mafia migas itu. "Reputasi Petral sejak dulu lekat dengan persepsi negatif," kata Sudirman Said. Dia memberikan sinyal bahwa keputusan ini sesuai arahan Presiden Jokowi yang disebut-sebut sudah setuju Petral dibubarkan. "Kata presiden, masa lalu harus diputus," ucapnya. Kemarin, Menteri ESDM SUdirman Said dan mantan ketua tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri blak-blakan soal panjangnya jalan menuju pembubaran Petral. Termasuk di dalamnya ada kekuatan besar yang mencoba 'melindungi' Petral. Wacana pembubaran Petral muncul pertama kali pada 2006, di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, ...