Posts

Showing posts with the label Budaya

MAKNA LAGU GUNDUL-GUNDUL PACUL

Tembang Jawa ini konon diciptakan pada tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga, ternyata mempunyai arti filosofis yang dalam. GUNDUL   = kehormatan tanpa mahkota.. PACUL       = cangkul, yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat.. Jadi pacul adalah lambang dari kawula rendah, kebanyakan petani.. Gundul Pacul, artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota, tetapi dia adalah pemimpin yang mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.. Orang Jawa mengatakan pacul adalah "papat kang ucul." Kemuliaan seseorang tergantung dari 4 (empat) hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya : 1. Mata untuk melihat kesulitan rakyat/masyarakat/orang banyak.. 2. Telinga untuk mendengar nasehat.. 3. Hidung untuk mencium aroma kebaikan.. 4. Mulut untuk berkata adil.. Jika 4 (empat) hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.. Gembelengan artinya : besar kepala, sombong dan be...

Sabda Raja, Yogyakarta akan ada Ratu Adil?

Image
Pada hari Selasa (5/5/2015) kurang lebih jam 11.00 WIB, Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali mengeluarkan Sabda Raja di Siti Hinggil Keraton Yogyakarta,satu poin di Sabda Raja tadi adalah tentang penggantian nama GKR Pembayun menjadi GKR Mangkubumi. Apakah ini berati penobatan putri mahkota? dengan Sabda Raja, Yogyakarta akan ada Ratu Adil? Seperti yang diberitakan saudara laki-laki Sultan  seperti GBPH Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat tidak hadir dalam acara tersebut.  Kerabat Keraton yang terlihat hadir dari pengamatan di lokasi yaitu GKR Hemas, GKR Pembayun, KPH Wironegoro menantu Sultan, KRT Jayaningrat keponakan Sultan, KBPH Prabu Suryodilogo putra mahkota Pakualam, dan beberapa kerabat lainnya. Sebelumnya Kamis (30/4/2015) lalu, Sri Sultan mengeluarkan Sabda Raja yang berisi lima poin. Isi poin tersebut di antaranya terkait dengan pergantian nama dan penghapusan gelar. Inti dari sabda itu adalah : - pertama, penyebutan Buwono diganti menjadi Bawono. ...

CERITA RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT (4)

Image
RUNTUHNYA MAJAPAHIT Kubu Abangan Seorang ulama berdarah Majapahit, yang lahir di Kadipaten Tuban, yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Jawa yaitu Sunan Kalijaga, mati-matian membendung gerakan militansi Islam. Beliau seringkali mengingatkan, bahwasanya membangun akhlaq lebih penting daripada mendirikan sebuah Negara Islam. Sunan Kalijaga adalah putra Adipati Tuban, Arya Teja. Adipati Arya Teja adalah keturunan Senopati Agung Majapahit masa lampau, Adipati Arya Ranggalawe yang berhasil memimpin pasukan Majapahit mengalahkan pasukan Tiongkok Mongolia yang hendak menguasai Jawa (  Adipati Arya Ranggalawe adalah salah satu tangan kanan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit. ) Adipati Arya Teja berhasil di Islamkan oleh Sunan Ampel. Bahkan kakak kandung beliau dinikahi Sunan Ampel. Dari pernikahan Sunan Ampel dengan kakak kandung Adipati Arya Teja, lahirlah Sunan Bonang, Sunan Derajat, Sunan Lamongan, dan lima putri yang lain ( seperti yang telah saya tulis pad...