Ketika RA Kartini belajar mengaji
Suatu ketika RA Kartini mengikuti pengajian yang diberikan oleh Kyai Sholeh Darat di pendopo rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat yang juga merupakan pamannya. Pada pengajian tersebut, Kartini yang mempunyai pembawaan kritis menyampaikan kegundahannya kepada Kyai Sholeh Darat bahwa selama ini dia dan masyarakat jawa pada umumnya belajar mengaji hanya membaca dan menghafalkan al Quran tanpa mengetahui maknanya. Kegundahan Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar: menerjemahkan Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Kiai Sholeh Darat pun memutuskan untuk melanggar aturan Belanda saat itu yang tak mengijinkan penerjemahan Al Qur’an ke dalam bahasa Jawa. Supaya tidak mencolok, kyai Sholeh Darat menyamarkan terjemahan al Quran dalam bahasa Jawa tersebut dengan menuliskannya menggunakan alfabet arab. Bahasa jawa yang ditulis dengan alfabet arab ini dinamakan arab pegon yang sangat membantu orang jawa pada waktu itu dalam memahami al Qu...